Berita

PARTISIPASI PT FORSTA KALMEDIC GLOBAL DALAM ACARA HOSPITAL EXPO 2023

PT Forsta Kalmedic Global dengan bangga berpartisipasi dalam INDONESIA HOSPITAL EXPO® 2023 (The 35th Indonesia Hospital, Medical, Pharmaceutical, Clinical Laboratories Equipment & Medicine Exhibition) pada 18 hingga 21 Oktober 2023 lalu di JCC Senayan. Acara ini menampilkan pameran dari 571 exhibitors local dan overseas dengan lebih dari 47.000 visitors, yang menampilkan inovasi terkini dalam sektor kesehatan.

Kami menampilkan beragam produk inovatif yang dirancang untuk meningkatkan layanan kesehatan. Dalam acara ini, kami berkesempatan untuk menjalin kemitraan strategis dan bertukar informasi tentang teknologi terbaru di industri alat kesehatan. Kami siap untuk selalu mendukung kemajuan sektor kesehatan di Indonesia dan menciptakan masa depan yang lebih cerah untuk perawatan kesehatan berkualitas.

PARTISIPASI PT FORSTA KALMEDIC GLOBAL DALAM ACARA MEDICA 2023

PT Forsta Kalmedic Global dan PT KalGen DNA mewakili PT Kalbe Farma Tbk., hadir di pameran alat kesehatan terbesar di dunia, MEDICA 2023 di Düsseldorf, Germany pada 13-16 November 2023.

Lebih dari 6.200 perusahaan multinasional ikut serta dalam acara ini, yang menampilkan lebih dari 22.000 jenis produk alat kesehatan. Partisipasi Indonesia dalam salah satu pameran alat kesehatan terbesar di dunia ini menegaskan upaya Indonesia dalam memperluas akses pasar alat kesehatan di Eropa sekaligus menunjukkan kapabilitas perusahaan Indonesia dalam memproduksi alat kesehatan dengan kualitas standar internasional.

Kerjasama antara KBRI Berlin dan Kementerian Kesehatan RI serta ASPAKI (Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia) memungkinkan hadirnya dan bergabungnya FORSTA dan KalGen DNA mewakili PT Kalbe Farma Tbk, sebagai salah satu dari 13 industri yang mewakili Paviliun Indonesia di MEDICA Trade Fair 2023.

Pada hari pertama pameran, PT Kalbe Farma Tbk melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama baru dengan mitra teknologi yaitu Aohua Endoscopy Co., Ltd., China. Penandatanganan kerjasama dan perjanjian perdagangan tersebut juga disaksikan langsung oleh Duta Besar RI Arif Havas Oegroseno, Ditjen Farmasi dan Alat Kesehatan-Kemenkes RI, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional-Kemendag RI, Konsul Jenderal RI di Frankfurt, delegasi dari Industri Kesehatan Indonesia, Bernadus Karmin Winata selaku Director In Charge SBU Medical Devices & Diagnostics PT Kalbe Farma Tbk dan Taruna Widjaja selaku Komisaris PT Forsta Kalmedic Global serta Yvone Astri Della Sijabat selaku Direktur PT Forsta Kalmedic Global.

Perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Bapak Vidjongtius – Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk dan Mr. Xu Kun – Sales Director of International Department (Aohua Endoscopy Co., Ltd) sebagai gambaran resmi dimulainya projek pengembangan produk baru untuk membantu meningkatkan ketahanan dan kemandirian nasional terhadap industri alat kesehatan Indonesia.

Sumber berita: https://kemlu.go.id/portal/id/read/5524/berita/dorong-perluasan-akses-pasar-eropa-perusahaan-alkes-indonesia-catatkan-kerja-sama-dan-transaksi-dagang-di-medica-2023

KUNJUNGAN BAPETEN KE PT FORSTA KALMEDIC GLOBAL

PT Forsta Kalmedic Global menerima kunjungan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada 22 – 24 November 2023. Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi izin produksi pesawat sinar-X mobile di fasilitas manufaktur oleh Direktorat Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif BAPETEN. Tujuannya adalah memastikan bangunan gedung mampu menahan radiasi sinar-X di ruang pengujian, memeriksa perlengkapan proteksi radiasi, Alat Ukur Radiasi (AUR), sumber daya manusia, dan prosedur yang memenuhi persyaratan keselamatan radiasi serta aman bagi keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan.

Tim inspeksi yang dipimpin oleh Koordinator Kelompok Perizinan Fasilitas Kesehatan-BAPETEN, Iin Indartati, S.T, M.Si., bersama dengan anggota tim Made Pramayuni, S.T, M.Eng., Yaya Umaya, S.Si, M.Si., serta Dyah Palupi, S.Si, M.Si., melakukan pemeriksaan produksi pesawat sinar-X mobile di Fasilitas Manufaktur PT Forsta Kalmedic Global yang terletak di Lantai 1 Gedung Kalbe Business Innovation Center, Pulogadung, Jakarta Timur.

Pemeriksaan meliputi dokumen dan teknis kesesuaian desain fasilitas, tebal penahan radiasi pada ruang produksi, perlengkapan proteksi, AUR, praktik pengujian, simulasi instalasi, simulasi acceptance test, dan pengukuran paparan.

Setelah verifikasi, PT Forsta Kalmedic Global berkomitmen untuk memperbaiki temuan yang disampaikan oleh tim BAPETEN dalam waktu yang ditentukan. Dengan izin produksi pembangkit radiasi pengion untuk pesawat sinar-X mobile, PT Forsta Kalmedic Global berperan dalam meningkatkan kemandirian nasional alat kesehatan Indonesia dan menjadi manufaktur alat kesehatan dan diagnostik lokal dengan dampak global. Ini dilakukan dengan memastikan sistem, prosedur, dan infrastruktur memenuhi standar lokal dan global.

PARTISIPASI PT FORSTA KALMEDIC GLOBAL DALAM ACARA ARAB HEALTH 2024

Kami dengan senang hati ingin membagikan partisipasi kami dalam Arab Health 2024, yang berlangsung dari tanggal 29 Januari hingga 1 Februari. Acara ini memberikan kesempatan luar biasa untuk menunjukkan kemajuan Indonesia dalam industri alat kesehatan secara global.

Dengan menampilkan inovasi kami dan menjalin hubungan dengan Para Ahli di industri ini, kami bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam dunia kesehatan internasional.

Selama di Arab Health 2024, kami terlibat dalam diskusi yang bermanfaat, mengeksplorasi tren-tren baru, dan membentuk kemitraan yang berharga. Komitmen kami untuk meningkatkan teknologi medis dan meningkatkan ketahanan kesehatan di Indonesia tetap teguh.

Ketika kami meninjau kembali partisipasi kami dalam kegiatan ini, kami sangat antusias untuk terus mendorong inovasi dan kolaborasi dalam komunitas kesehatan global.

PARTISIPASI PT FORSTA KALMEDIC GLOBAL DALAM MEDICAL FAIR THAILAND 2023

PT Forsta Kalmedic Global dengan bangga berpartisipasi dalam ajang prestisius Medical Fair Thailand 2023 yang diselenggarakan dari tanggal 13 hingga 15 September. Acara ini menampilkan lebih dari 800 pameran dari 22 negara, yang memamerkan inovasi terkini dalam sektor kesehatan.

Sorotan tahun ini berpusat pada Community Care Pavilion, yang menampilkan teknologi kesehatan mental digital mutakhir, dan Start-Up Park, di mana solusi kesehatan inovatif mendapat perhatian khusus. Selain itu, acara ini memperkenalkan Medical Manufacturing Pavilion, yang didedikasikan untuk menjelajahi perkembangan terbaru dalam proses dan komponen manufaktur medis.

Dengan dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia, PT Forsta Kalmedic Global dengan bangga mewakili Paviliun Indonesia bersama dengan perusahaan lokal lainnya yang bertujuan untuk memperluas kehadiran di pasar regional, dengan fokus khusus pada produk medis sekali pakai (benang bedah), produk diagnostic (media kultur) dan memperkenalkan kompetensi kami sebagai Contract Manufacturing Organization (CMO). Pembukaan pameran di Indonesia Pavilion di hadiri oleh Wakil Sekretariat Jenderal Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) dan Atase Perdagangan Bangkok.

Partisipasi PT Forsta Kalmedic Global menegaskan komitmen kami yang teguh untuk memajukan sektor kesehatan global dan meningkatkan ketahanan nasional di bidang alat kesehatan.

 

KALBE MELALUI FORSTA KALMEDIC GLOBAL KEMBANGKAN PRODUK BENANG BEDAH, DUKUNG KETAHANAN INDUSTRI KESEHATAN NASIONAL

16 Maret 2023

PT Kalbe Farma Tbk melalui PT Forsta Kalmedic Global mengadakan seminar terkait Ketahanan Kesehatan Nasional, sebagai perhatian industri alat kesehatan yang hingga saat ini masih didominasi impor. Kemandirian industri kesehatan di Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas pelaku industri kesehatan. Kalbe melalui PT Forsta Kalmedic Global pun berkontribusi dalam mendorong kemandirian industri kesehatan dengan mengembangkan produk benang bedah.

“Ketergantungan kita akan impor, baik bahan baku obat atau alat kesehatan perlahan-lahan harus kita kurangi. Sebagai bagian dari dukungan kepada pemerintah, Kalbe terus berinovasi untuk dapat memproduksi obat dan alat kesehatan dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang tinggi sesuai standar yang ditetapkan pemerintah,” ujar Presiden Komisaris PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady, dalam agenda Seminar Nasional Dukung Ketahanan Industri Kesehatan Nasional, Kalbe Kembangkan Produk Benang Bedah.

Berdasarkan data Kemenkes, jumlah izin edar alkes dalam negeri tahun 2022 meningkat 2,3 kali lipat dibandingkan tahun 2019, yakni sebanyak 5.427 pada 2019, menjadi 12.524 pada tahun 2022. Kemudian, transaksi alkes dalam negeri di e-catalogue tahun 2022 meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan tahun 2019-2021. Tahun 2019-2021 sebanyak 12 persen, sedangkan tahun 2022 sebanyak 30 persen.

“Kami berupaya dengan terus melakukan monitoring dan mengkaji penggunaannya, serta ada keputusan Menteri Kesehatan supaya menggunakan produksi dalam negeri. Kami melakukan berbagai kegiatan business matching setahun delapan kali, kami ingin melakukan pemahaman kepada para user, baik itu kualitas, bagaimana penggunaannya, dan bagaimana post marketing service-nya,” tutur Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Dra. Lucia Rizka Andalucia.

Kementerian Perindustrian RI juga secara proaktif mendorong pelaksanaan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri. Kementerian Perindustrian melakukan strategi dalam pengembangan industri alat kesehatan, yakni menyederhanakan sistem dan proses perizinan, sistem data dan informasi terintegrasi industri alkes, penggunaan produk dalam negeri melalui e-catalogue, mendorong dan mengembangkan R&D alkes, serta memfasilitasi pengembangan industri alkes.

“Industri farmasi nasional saat ini telah menguasai supply produk obat sekitar 89 persen secara volume, dengan kapasitas produksi yang masih idle sekitar 35 persen. Namun, lebih besar dari 90 persen bahan baku obat (aktif dan penolong) yang digunakan oleh industri farmasi nasional masih diimpor. Beberapa obat yang masih perlu diimpor diantaranya obat-obat yang masih dalam masa paten, berbagai jenis produk biologi, dan obat-obat dengan bentuk dosis yang spesifik seperti aerosol inhaler, atau pen insulin,” papar Staf Ahli Menteri, Kementerian Perindustrian RI, Andi Rizaldi.

Sementara itu, peran perbankan dalam mendukung industri kesehatan saat ini masih sangat minimal dan perlu terus ditingkatkan. Sebab, mengingat industri kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat luas. “LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) turut serta mendukung agar kondisi perbankan yang sehat dapat terus mendukung industri kesehatan yang akhirnya kembali berdampak kepada perekonomian negara,” kata Anggota Dewan Komisioner/ Kepala Eksekutif LPS, Lana Soelistianingsih.

“Pak Presiden Jokowi sudah memberikan arahan pada Pembukaan Temu Bisnis 15 Maret kemarin, bahwa 95 persen dari pagu anggaran barang dan jasa harus dibelikan produk-produk dalam negeri. Saat ini masih ada 15.4 T produk impor di alkes dan 3,42 T produk impor obat yang masih perlu menjadi perhatian kita untuk bisa dialihkan ke produk dalam negeri,” imbuh Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Odo R.M.Manuhutu.

Seiring dengan arahan Presiden Joko Widodo, PT Kalbe Farma Tbk turut berkontribusi dalam komitmen menyehatkan bangsa dengan terus berinovasi. Inovasi R&D dan alih teknologi Kalbe dengan kolaborasi multi-parties, serta meningkatkan kompetensi SDM dan produksi melalui alih teknologi dan investasi di Indonesia. Kalbe pun mendukung produksi alkes dalam negeri dengan local content melalui produk benang bedah.

“Kalbe melalui anak usaha PT Kalbio Global Medika sudah produksi bahan baku obat biologi untuk pengobatan anemia, kanker, diabetes, dan lainnya; PT Global Oncolab Farmasudah produksi obat kanker; PT Finusol Primasudah produksi obat cairan infus; PT Forsta Kalmedic Global sudah produksi benang bedah (surgical suture) dan sedang mempersiapkan produksi bahan habis pakai (consumable) lainnya,” jelas Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius.

“Sebagai bagian dari dukungan untuk kemandirian kesehatan khususnya alat kesehatan di Indonesia, Kalbe melalui anak usaha PT Forsta Kalmedic Global telah mengembangkan teknologi surgical suture atau benang bedah dan memproduksinya di dalam negeri dengan TKDN lebih dari 40 persen, akan ditingkatkan di atas 60 persen. Saat ini, Forsta telah mendapatkan sertifikat produksi, sertifikat CPAKB (Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik), sertifikat ISO 13485, dan sertifikat halal,” tutup Vidjongtius.

Produksi komersial benang bedah Elva telah tersedia sejak Desember 2021 dengan produk pertama Elvalene, benang bedah sintetis polypropylene yang tidak dapat diserap. Pada tahun 2022, Elvalene telah terdaftar di e-catalogue dan telah diujicobakan di beberapa rumah sakit pendidikan di Pulau Jawa. Saat ini, portofolio benang yang lebih lengkap sudah tersedia oleh Forsta, baik itu sintetik maupun natural, meliputi Elvadio, Elvacryl, Elvamono, Elvarapid, Elvachromic, dan Elvaplain.

PARTISIPASI PT FORSTA KALMEDIC GLOBAL DALAM EVENT ARAB HEALTH, DUBAI 2023

30 Jan – 2 Feb 2023

PT Forsta Kalmedic Global berpartisipasi sebagai exhibitor pada ajang pameran kesehatan terbesar kedua di dunia, Arab Health yang dilaksanakan di Dubai, Unit Emirat Arab (30 Januari – 02 Februari 2023). Pameran ini dihadiri lebih dari 3.000 peserta dari berbagai belahan dunia temasuk Indonesia. Arab Health tahun ini mengambil tema inovasi dan keberlanjutan dalam perawatan kesehatan, menampilkan Sembilan sector produk yakni Total Radiology, Obs and Gyn, Orthopaedics, Internal Medicine, Surgery, Emergency Medicine, Anaesthesia and Pain Management, Quality Management dan Public Health. Berkolaborasi dengan Kalbe International, Enseval Medika Prima dan Forsta Kalmedic Global berupaya untuk menjaring market global, terutama dalam sector produk sekali pakai, kesehatan personal dan perangkat medis.

PARTISIPASI PT FORSTA KALMEDIC GLOBAL DALAM EVENT MEDICA, GERMANY 2022

13-16 November 2022

Forsta Kalmedic Global telah berpartisipasi dalam event MEDICA 2022 di Düsseldorf, Germany (13-16 Nov 2022), medical trade fair terbesar di dunia.

Kerjasama antara KBRI Berlin dan Kementerian Kesehatan RI serta ASPAKI (Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia) memungkinkan hadirnya dan bergabungnya FORSTA dalam Paviliun Indonesia pada acara bergengsi tersebut.

Pada hari pertama pameran, FORSTA sebagai salah satu perwakilan perusahaan alat kesehatan Indonesia melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama baru dengan dua mitra teknologi yaitu Tecnoideaal Srl, Italy dan BMI Biomedical International S.r.l., Italy.

Penandatanganan kerjasama dan perjanjian perdagangan tersebut juga disaksikan langsung oleh Duta Besar RI Arif Havas Oegroseno dan delegasi dari Kementerian Kesehatan RI.

Penandatanganan yang dihadiri langsung oleh Marco Fecondini (Tecnoideal Srl), Matteo Tedeschini (Tecnoideal Srl) dan Davide Greco (BMI Biomedical International S.r.l.,) memberikan gambaran resmi dimulainya projek pengembangan produk baru untuk membantu meningkatkan ketahanan dan kemandirian nasional terhadap industri alat kesehatan Indonesia.